SURAT TANDA PENDAFTARAN DISTRIBUTOR / PRINCIPAL

SURAT TANDA PENDAFTARAN DISTRIBUTOR / PRINCIPAL

SURAT KEAGENAN

Ingin urus Surat Tanda Pendaftaran Distributor ? Simak ulasan berikut.

Untuk pengusaha local maupun pengusaha asing pastinya sudah tidak asing lagi dengan yang Namanya STP Distributor / Keagenan. Akan tetapi masih banyak juga diantara kita yang masih belum tahu apa itu STP Distributor dan apa tujuan nya?

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 11/M-DAG/PER/3/2006 Pasal 1 ayat 13 menjelaskan Surat Tanda Pendaftaran, untuk selanjutnya disebut STP, adalah tanda bukti bahwa perusahaan yang bersangkutan telah terdaftar sebagai Agen, Agen Tunggal, Sub Agen, Distributor, Distributor Tunggal atau Sub Distributor barang dan/atau jasa yang diterbitkan Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan, Departemen Perdagangan.

Dengan adanya STP Distributor menjadi sebuah keuntungan bagi pemegang izin, dikarenakan STP Distributor/Keagenan menjadi salah satu syarat yang penting untuk mengikuti tender.

Untuk mengurus Surat Tanda Pendaftaran Distributor ada beberapa syarat yang harus dilengkapi, diantaranya :

Persyaratan:

Izin Teknis dari instansi terkait, berupa :

  1. Izin/pendaftaran Teknis dari instansi terkait sesuai lampiran Permendag 64/2020, dan/atau
  2. Izin Usaha Industri (IUI) milik prinsipal, apabila perjanjiannya dilakukan dengan prinsipal produsen dalam negeri, atau
  3. Surat izin usaha perdagangan (SIUP) PMA milik principal supplier, apabila perjanjian dilakukan dengan principal supplier yang berbentuk distributor PMA yang berlokasi di dalam negeri, atau
  4. Surat izin usaha perwakilan perusahaan perdagangan asing (SIUP3A) milik principal supplier, apabila perjanjian dilakukan dengan principal supplier yang berbentuk perwakilan perusahaan perdagangan asing (P3A) yang berada di dalam negeri.
  • Surat yang berisi konfirmasi kewenangan dari principal produsen kepada principal supplier untuk menunjuk distributor /agen apabila surat perjanjian bukan dari principal produsen (supplier, subsidiary, atau perwakilan)
  • Terjemahan Perjanjian ke dalam bahasa Indonesia oleh penterjemah Tersumpah (Wajib Untuk Perjanjian Yang Ditulis Dalam Bahasa Asing)

Surat Perjanjian

Harap dipastikan bahwa dokumen perjanjian yang akan diupload telah memenuhi ketentuan berikut ini :

  1. Untuk principal dalam negeri, perjanjian telah dilegalisir oleh notaris atau untuk principal luar negeri, perjanjian telah dilegalisir oleh Notary Public dan Atase Perdagangan RI atau pejabat kantor perwakilan RI di negeri principal, serta dilengkapi dengan persetujuan tertulis dari principal produsen yang diwakilinya di luar negeri tentang perjanjian antara principal supplier dan distributor/agen apabila surat perjanjian bukan dari principal produsen.
  2. Mencantumkan nama dan alamat lengkap pihak-pihak yang membuat perjanjian
  3. Membuat status penunjukan (Distributor tunggal / Agen tunggal / Distributor / Agen / Sub Distributor / Sub agen )
  4. Mencantumkan jenis barang dan/ jasa yang diperjanjikan
  5. Mencantumkan wilayah pemasaran agen distributor / yang ditunjuk
  6. Mencantumkan jangka waktu perjanjian. Pastikan bahwa isian tanggal dokumen dan tanggal akhir perjanjian sesuai dengan isi perjanjian.Β  Jika isi perjanjian tidak mencantumkan tanggal akhir perjanjian, maka isian data tanggal akhir perjanjian di SIPT tidak perlu diisi
  7. Hak dan Kewajiban masing-masing pihak
  8. Cara-cara pengakhiran perjanjian & cara-cara penyelesaian perselisihan

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan menghubungi kami atau tinggalkan pesan.

Open chat
1
Hubungi Kami
Selamat datang di Mitra Perijinan.
Ada yang bisa kami bantu ?